1. Pembahasan
Aset adalah sesuatu yang berharga,
maka dari itu baik aset berwujud (tangible assets) maupun aset
tak berwujud (intangible assets) perlu dikelola dengan baik
agar berfungsi secara efektif, efisien, dan bernilai tinggi
2. Definisi Manajemen Aset
Manajemen
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), manajemen adalah ma.na.je.men [n Man] (1)
penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; (2) pimpinan yg
bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.
Manajemen
menurut George R. Terry (dalam Sugiama, 2010) "management is a distinct
process contisting of planning, organizing, actuating, and cotrolling,
untiliting in each both science and art, and followed in order to accomplish
predetermined objective."
Aset
Menurut
Dr. A. Gima Sugiama (Sugiama, 2013:15)
Aset menurut perspektif ekonomi diartikan sebagai berikut: aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi yang dapat dimiliki baik oleh individu, perusahaan, maupun dimiliki pemerintah yang dapat dinilai secara finansial.
Aset menurut perspektif ekonomi diartikan sebagai berikut: aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi yang dapat dimiliki baik oleh individu, perusahaan, maupun dimiliki pemerintah yang dapat dinilai secara finansial.
Menurut Dr. A. Gima
Sugiama (Sugiama, 2013:15)
Aset menurut sudut pandang ekonomi adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) dimiliki oleh seseorang, sebuah organisasi baik swasta maupun pemerintah yang memiliki:
Aset menurut sudut pandang ekonomi adalah barang (thing) atau sesuatu barang (anything) dimiliki oleh seseorang, sebuah organisasi baik swasta maupun pemerintah yang memiliki:
1. nilai ekonomi
(economic value)
2. nilai komersial
(commercial value)
3. nilai tukar (exchange
value).
Menurut
Dr. A. Gima Sugiama (Sugiama, 2013:15)
Aset dapat diartikan dari sudut pandang atau perspektif akuntansi. Berdasarkan perspektif akuntansi aset adalah kekayaan yang mencakup:
Aset dapat diartikan dari sudut pandang atau perspektif akuntansi. Berdasarkan perspektif akuntansi aset adalah kekayaan yang mencakup:
1.
Kekayaan lancar (uang kas dan kekayaan lancar lainya)
2.
Aset jangka panjang atau aset tetap (long-term assetsmisal real
estate, pabrik, peralatan, perlengkapan)
3. Prepaid
and deferred assets (expenditures for future costsmisalnya asuransi, hak
sewa, dan bunga)
4.
Harta tak berwujud (intangible assets) seperti hak merek
(trademarks). hak paten, hak cipta (copyrights), dan nama baik
atau goodwill
Manajemen Aset
Manajemen aset adalah ilmu dan seni merencanakan, melaksanakan dan
mengendalikan semua rangkaian kegiatan dalam merencanakan kebutuhan aset,
mendapatkan, melengkapi aspek legal, menginventarisasi, menilai,
mengoperasikan, memelihara, menghapuskan, memusnahkan atau mengalihkan aset
tersebut secara efektif dan efisien agar aset bernilai tinggi. (Sugiama,
2013:15)
3. Fungsi Manajemen Aset
1.
Merencanakan kebutuhan aset,
Memenuhi tujuan akhir dari suatu organisai dan menentukan
cara untuk mendapatkannya
2. Mengadakan aset,
Suatu kegiatan memperoleh atau mendapatkan aset
3. Mengiventarisasi aset,
Pendataan, pencatatan, dan pelaporan aset lalu
mendokumentasikannya
4. Mengaudit & melengkapi aspek legal aset,
Memeriksa (audit) agar memiliki gambaran mengenai
kepemilikan sistem, dan penguasaan prosedur, dan juga mengidentifikasi
kemungkinan terjadinya permasalahan hukum dan mencari solusinya
5. Menilai aset,
Suatu kegiatan memberikan estimasi dan pendapat atas nilai
suatu aset
6. Mengoperasikan aset,
Suatu kegiatan yang berisi langkah-langkah penggunaan dan
pemanfaatan aset
7. Memelihara aset,
Suatu kegiatan yang berkolaborasi dengan segala aktivitas
agar aset brfungsi sebagaimana mestinya
8. Menghapuskan aset,
Suatu kegiatan penghapusan suatu aset yang sebelumnya telah
melewati proses penilaian yaitu dengan menghapuskan hak kepemilikan atau data
9. Mengalihkan atau memusnahkan aset.
Pada proses ini, bergantung pada proses penilaian. Apabila
pada proses penilaian aset tersebut masih berfungsi dan memiliki nilai maka
aset tersebut dapat dialihkan dengan cara penjualan, penyertaan modal, atau
dihibahkan. Namun jika pada proses penilaian aset tersebut sudah tidak dapat berfungsi
lagi, maka aset tersebut harus dimusnahkan.
(Sugiama,
2017)
4. Tujuan Manajemen Aset
Tujuan manajemen aset
adalah untuk pengambilan keputusan yang tepat agar aset yang dikelola berfungsi
secara efektif, efisien dan bernilai tinggi. (Sugiama, 2013:16)
Efektif dalam pengelolaan aset berarti aset yang dikelola dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi bersangkutan, misal mencapai kinerja tertinggi dalam pelayanan pelanggan.
Efektif dalam pengelolaan aset berarti aset yang dikelola dapat mencapai tujuan yang diharapkan organisasi bersangkutan.
(Sugiama, 2013:16)
Adapun efisien berarti menggunakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapatkan hasil (output) yang tinggi. Dalam manajemen aset, efisiensi yang senantiasa melekat dalam setiap tahap pengelolaan aset terutama upaya mencapai efisiensi yang tinggi dalam menggunakan waktu, tenaga, dan biaya.
(Sugiama, 2013:20)
Berikut rincian tujuan manajemen aset, adalah agar mampu :
1. meminimisasi biays selama umur aset bersangkutan (to minimize the
whole life cost of asstes),
2. dapat menghasilkan laba maksimum (profit maximum), dan
3. dapat mencapai penggunaan dan pemanfataan aset secara optimum (optimizing
the utilization of assets)
(Sugiama, 2013:17)
5.
Prinsip Manajemen Aset
Prinsip Manajemen Aset (Sugiama:2013)
Menggunakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapatkan hasil (output) yang tinggi (a high ratio of output to input)
2. Efektif
Efektif dalam pengelolaan aset berarti upaya yang dilakukan dapat mencapai tujuan sebagaimana ditetapkan sebelumnya
3. Fleksibel
Tingkat keluwesan atau fleksibelitas aset dapat ditentukan berdasarkan tingkat toleransi tertentu
4. Optimal
Tingkat capaian yang idcerminkan oleh kondisi, derajat, atau jumlah yang memadai sesuai dengan yang ditetapkan sebelumnya (favorable)
(Sugiama, 2013:18-22)
Prinsip Manajemen Aset (Sugiama:2015)
Prinsip Manajemen Aset (Sugiama:2015)
1. Terintegrasi
Suatu kesatuan yang utuh.
2. Efektif
Upaya yang dilakukan dapat mencapai tujuan
sebagaimana ditetapkan sebelumnya.
3. Efisien
Mengeluarkan atau memakai sumber daya serendah
mungkin.
4. Holistik
Bersinergi antara yang satu dengan yang lainnya.
5. Sistematik & Sistemik
Mengikuti susunan dan aturan.
6. Berbasis Risiko
Segala tindakan yang dilakukan pasti mengakibatkan
risiko.
7. Optimal
Tingkat capaian yang dicerminkan oleh kondisi,
derajat, atau jumlah yang memadai sesuai dengan yang ditetapkan sebelumnya.
8. Berkelanjutan
Berlangsung terus-menerus, berkesinambungan.
Azas Manajemen Aset (Sugiama 2013)
1.
Fungsional
Aset tersebut memiliki kegunaan dann kemanfaatan yang sesuai dengan rencana
Aset tersebut memiliki kegunaan dann kemanfaatan yang sesuai dengan rencana
2.
Kepastian Hukum
Pengelolaan aset memiliki kepastian aturan secara hukum
Pengelolaan aset memiliki kepastian aturan secara hukum
3.
Transparansi dan Keterbukaan
Seluruh pengelolaan aset yang dilakukan harus secara terbuka baik terhadap data maupun informasi tentang aset tersebut
Seluruh pengelolaan aset yang dilakukan harus secara terbuka baik terhadap data maupun informasi tentang aset tersebut
4.
Efisiensi
Menggunakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapatkan hasil (output) yang tinggi (a high ratio of output to input)
Menggunakan sumber daya serendah mungkin untuk mendapatkan hasil (output) yang tinggi (a high ratio of output to input)
5.
Akuntabilitas
Adanya kewajiban bagi pengelola untuk menyajikan dan melaporkan segala tindak tanduk serta kegiatannya
Adanya kewajiban bagi pengelola untuk menyajikan dan melaporkan segala tindak tanduk serta kegiatannya
6.
Kepastian Nilai
Setiap aset perlu dinilai secara akurat melalui proses penilaian aset
Setiap aset perlu dinilai secara akurat melalui proses penilaian aset
1. Perencanaan
Kebutuhan Aset
Perencanaan kebutuhan aset adalah serangkaian kegiatan
merencanakan suatu rencana strategi yang dibuat oleh suatu organisasi.
2. Pengadaan
Aset
Pengadaan aset adalah kegiatan untuk memperoleh atau
mendapatkan aset/barang maupun jasa baik yang dilaksanakan sendiri secara
langsung oleh pihak internal, maupun oleh pihak luar sebagai mitra atau
penyedia/pemasok aset bersangkutan.
3.
Inventarisasi Aset
Inventarisasi aset adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan
pendataan, pencatatan, pelaporan hasil pendataan aset, dan mendokumentasikannya
baik aset berwujud maupun aset tidak berwujud pada suatu waktu tertentu.
4. Legal
Audit
Legal audit aset adalah
pemeriksaan (audit) untuk mendapat gambaran jelas dan menyeluruh
terutama mengenai status kepemilikan, sistem dan prosedur penguasaan
(penggunaan dan pemanfaatan), pengalihan aset, mengidentifikasi kemungkinan
terjadinya berbagai permasalahan hukum, serta mencari solusi atas masalah hukum
tersebut.
5. Penilaian
Aset
Penilaian aset adalah serangkaian kegiatan menilai kekayaan
aset yang dimiliki sehingga dapat diketahui nilai kekayaan aset sebelum aset
tersebut dimusnahkan.
6. Pengoperasian
dan Pemeliharaan Aset
Pengoperasian dan pemeliharaan aset adalah serangkaian
kegiatan menggunakan/memanfaatkan aset dalam tugas atau pekerjaan untuk
mencapai tujuan organisasi, sedangkan Pemeliharan aset adalah kegiatan
memperbaiki seluruh aset agar berfungsi seperti semula.
7. Rejuvenasi
/ Pembaharuan
Rejuvenasi / pembaharuan aset adalah serangkaian kegiatan
mengganti aset atau memperbaiki suku cadang agar aset dapat dioperasikan sesuai
dengan harapan.
8. Penghapusan
Aset
Penghapusan aset adalah serangkaian kegiatan untuk
memusnahkan atau mengalihkan aset.
9. Pemusnahan
Aset
Pemusnahan aset adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan
apabila aset tidak dapat diperbaiki untuk digunakan kembali.
10. Pengalihan
Aset
Pengalihan aset adalah serangkaian kegiatan memindahkan
hak, wewenang, dan tanggung jawab atas aset melalui menjual, menyertakan dalam
modal, atau menghibahkan aset.
(Sugiama, 2017)
8.
Jenis Aset
Keragaman aset dapat
dikelompokkan menurut beberapa dasar.
Berdasarkan sifat wujudnya :
1.
Aset berwujud atau tangible assets
Aset berwujud adalah kekayaan yang dapat dimanifestasikan
secara fisik dengan menggunakan panca indera. Contoh aset berwujud antara lain
berupa :
a. Tanah atau Lahan
b. Bangunan
c. Infrastruktur misal : jalan raya, jembatan, irigasi,
waduk
d. Peralatan dan perlengkapan pabrik
atau plant dan machinery
e. Peralatan dan perlengkapan kantor misal : meubel atau
furniture
f. Persediaan barang
g. Sumber daya alam (SDA) seperti bahan tambang,
hutan/tanaman, air, dll.
2.
Aset tidak berwujud atau intangible assets
Aset tidak berwujud atau intangible assets adalah kekayaan yang manifestasinya tidak
berwujud secara fisik, yakni tidak dapat disentuh, dilihat, atau tidak bisa
diukur secara fisik, namun dapat diidentifikasi sebagai kekayaan secara
terpisah, dan kekayaan ini memberikan manfaat serta memiliki nilai tertentu
secara ekonomi sebagai hasil dari proses usaha atau melalui waktu. Aset ini
antara lain berupa :
a. Hak paten misal untuk sebuah formulasi produk
b. Hak cipta atau copyright atas sebuah karya
c. Nama baik sebuah organisasi / perusahaan
atau Goodwill
d. Hak merek dagang
e. Hak atas usaha waralaba atau franchise.
Berdasarkan tujuan penggunaan dan pemanfaatan aset
1. Aset untuk tujuan komersial
Aset yang dimiliki perusahaan guna mencari laba.Contohnya :
a. Hotel
b. Apartment
c. Mall
a. Hotel
b. Apartment
c. Mall
Contoh Aset Komersial : Apartment Gateway Pasteur
(Dokumentasi Pribadi. Rizky,2018)
2.
Aset untuk tujuan non komersial
Aset yang dimiliki perusahaannya tidak untuk mencari laba
atau profit, seperti aset pemerintah untuk pelayanan publik. Pemerintah
menyediakan jalan, jembatan, irigasi, rumah sakit, sekolah dan lain-lain
ditujukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Contoh Aset Non Komersial : Jalan Raya
(Dokumentasi Pribadi. Rizky,2018)
Sumber Referensi:
Sugiama, Gima. 2013. Manajemen Aset Pariwisata. Bandung: Guardaya Intimarta.






